“Tak pernah malas…persoalan yang datang hantam kita….dan kita tak mungkin untuk menghindar…semuanya sudah suratan”, kata bang iwan dalam salah satu syairnya lagu satu.Yang namanya persoalan/ kesulitan memang seperti itu.Tidak memilih jenis kelamin, kebangsaan, warna kulit, apalagi agama, kesulitan senantiasa berkunjung. Entah itu siang atau malam, kalau memang sudah saatnya berkunjung, tak satu doa pun bisa menghalanginya. Begitu datang, ya datang.
Namun ketika kesulitan sudah datang berkunjung dan membuat goresan luka disana sini, ada mahluk yang amat berguna dan amat di butuhkan untuk bisa mengobati luka-luka yang dibuat oleh kesulitan, ia bernama sahabat. Memang tidak semua sahabat mampu memberikan nasehat. Tetapi dengan kesediaanya untuk mendengar, sinar mata yang berisi empati, kesediaan untuk menjaga rahasia, sehabat menjadi permata berlian yang amat berguna dalam keadaan seperti ini.
Mobil mewah memang bisa membawa kita ke tempat jauh lengkap dengan gengsinya. Rumah mewah memang bisa meningkatkan kenyamanan tinggal sekaligus meningkatkan kelas. Ijazah lengkap dengan gelarnya yang mentereng juga bisa meningkatkan percaya diri. Akan tetapi, baik mobil mewah, rumah mewah maupun ijazah tidak bisa menghadirkan empati yang menyentuh hati.