2/28/2009

Antara Aku, Kau Dan Celana Dalammu

Kisah ini masih berhubungan dengan pengalaman masa remaja saya dalam mencari cinta di kampus yg terkenal dengan wanita cantiknya (baca:Jatuh Cinta Versi Imajinasi ). Ketika itu seluruh dari anggota gerombolan kami sedang jatuh cinta secara massal kepada cewek yang sama. Di dalam komunitas kami, cewek itu begitu cantiknya sehingga menyihir kami semua. Kami bersaing sengit memperebutkan cintanya, tapi agaknya kemalangan harus menghampiri kedua belah pihak hanya karena celana dalam yang dipakainya.

Suatu hari, salah seorang di antara kami,karena begitu kerasnya mendekati cewek ini, sampai bisa mendapatkan keberuntungan berikut ini; di sebuah kesempatan ia berdiri tepat di sebelah cewek yang tengah duduk ini. Dari ketinggian, ia melihat dengan jelas celah di pinggang wanita cantik ini bentuk celana dalamnya yang sudah demikian merana. Sabuk elastiknya telah hancur total. Elastik itu digambarkan oleh si kawan yang kurang ajar ini sudah seperti laju ombak, bergelombang dan begitu buruknya. Apalagi jika bandingannya adalah kecantikan dari seorang wanita yang selama ini membuat kami semua tergila-gila.

Semenjak itu pamor wanita cantik ini redup seketika di kelompok kami. Jika ia melintas, bukan lagi kecantikannya yang menggoda melainkan celana dalamnya yang molor itu. Secara pribadi,saya sendiri menyesal, kenapa wanita seelok dan secantik itu masih memelihara celana dalam seburuk itu.

Kadang-kadang kita memang tidak pernah menghormati celana dalam cuma karena letaknya yang didalam. Kita adalah orang-orang yang suka kesempurnaan luaran sambil diam-diam suka menyimpan keburukan di kedalaman.

2/24/2009

Sahabat-Sahabatku

Banyak hal yang bisa saya kenang tentang teman-temanku dulu. Rata2 teman yang sangat ku kenang justru karna kenakalannya. Misalnya saja si enal (nama sebenarnya) yang di kenal karna suka ngibulin teman yg lain khususnya ngibul soal jajan. Dan hebatnya Anak ini selalu saja berhasil menjalankan aksinya. Jika warung samping kampus sedang ramai ia tinggal masuk makan dan pergi sambil membentak bahwa teman di sebelah yang sedang makan itulah nantinya yang akan bayar. Dan jika ia akan gantian di jebak, di ajak jajan bersama dan dialah nanti yang harus membayar, ia memiliki ketangguhan untuk bertahan secara ekstra. Ia mengajak adu kuat, siapa yang nanti lebih dulu akan mengeluarkan uangnya. Jika semuanya bertahan sama kuat, ia akan berteriak pada pemilik warung: ‘’Siapa yang nanti yang akan membayar, hanya Tuhan yang tahu,’’ katanya. Sudah tentu, salah satu dari kami terpaksa harus mengalah katimbang malu.

Kenapa teman yang satu ini selalu sukses menjalankan aksinya? Apakah karena begitu mudahnya kami ditipu? Tidak. Jika mau saat itu kami bisa mengeroyoknya dan memukulinya habis-habisan. Kami rela dikerjai karena kami gembira dengan ulahnya. Ia menipu kami tetapi dengan cara-cara yang lucu. Malah di antara teman perkumpulan kami anak ini jadi terkenal sekali. Gayanya menjadi bahan cerita di mana-mana. Belum lengkap rasanya jika bergabung di kelompok kami jika belum pernah ditipu oleh anak ini. Dan setiap saat, para korban itu bisa saling bertukar cerita sebagai sebuah kegembiraan.