Banyak hal yang bisa saya kenang tentang teman-temanku dulu. Rata2 teman yang sangat ku kenang justru karna kenakalannya. Misalnya saja si enal (nama sebenarnya) yang di kenal karna suka ngibulin teman yg lain khususnya ngibul soal jajan. Dan hebatnya Anak ini selalu saja berhasil menjalankan aksinya. Jika warung samping kampus sedang ramai ia tinggal masuk makan dan pergi sambil membentak bahwa teman di sebelah yang sedang makan itulah nantinya yang akan bayar. Dan jika ia akan gantian di jebak, di ajak jajan bersama dan dialah nanti yang harus membayar, ia memiliki ketangguhan untuk bertahan secara ekstra. Ia mengajak adu kuat, siapa yang nanti lebih dulu akan mengeluarkan uangnya. Jika semuanya bertahan sama kuat, ia akan berteriak pada pemilik warung: ‘’Siapa yang nanti yang akan membayar, hanya Tuhan yang tahu,’’ katanya. Sudah tentu, salah satu dari kami terpaksa harus mengalah katimbang malu.
Kenapa teman yang satu ini selalu sukses menjalankan aksinya? Apakah karena begitu mudahnya kami ditipu? Tidak. Jika mau saat itu kami bisa mengeroyoknya dan memukulinya habis-habisan. Kami rela dikerjai karena kami gembira dengan ulahnya. Ia menipu kami tetapi dengan cara-cara yang lucu. Malah di antara teman perkumpulan kami anak ini jadi terkenal sekali. Gayanya menjadi bahan cerita di mana-mana. Belum lengkap rasanya jika bergabung di kelompok kami jika belum pernah ditipu oleh anak ini. Dan setiap saat, para korban itu bisa saling bertukar cerita sebagai sebuah kegembiraan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar