6/25/2008

DATING VIOLENCE: KORBAN-KORBAN YANG MASIH DIAM!

sumber : http://www.janganbugildepankamera.org/


Hampir setahun sejak Gerakan JBDK dilaunching melalui situs JBDK ini, fenomena Bugil Depan Kamera semakin memperlihatkan wajah aslinya yang paling sadis. Yakni: eksploitasi terhadap perempuan. Berbagai kasus baik yang masuk ke pemberitaan media massa, maupun yang mampir sebagai konsultasi ke Tim Kerja Gerakan JBDK ada berupa (i) pencemaran nama baik, terutama foto serta video bugil palsu dari beberapa selebriti atau orang yang cukup dikenal; (ii) berkenaan dengan persaingan politik, menjatuhkan lawan dengan penyebaran gambar atau film bugil; dan (iii) eksploitasi terhadap perempuan dalam dan di luar masa pacaran, salah satu bentuk nyata dari violance dating.

Sebelumnya di buku elektronik JBDK pernah dibuatkan siklus bugil depan kamera sampai berujung eksploitasi sebagai berikut:

Skenario umum yang terjadi dari kasus-kasus bugil depan kamera bisa disimpulkan seperti diagram berikut:

jbdk-siklus.JPG

Diagram 1: Siklus Bugil Depan Kamera

Yang terbanyak bermula dari kencan dan seks yang ceroboh. Kemudian iseng mencoba-coba mendokumentasi adegan kencan dan seks, lalu menyimpan dan membaginya antar pelaku, atau diam-diam oleh pasangan pelaku maupun pihak ketiga. Sampai di tahap ini mereka merasa aman-aman saja, percaya kepada komitmen. Mereka baru sadar bahwa perbuatan mereka bermasalah ketika rekaman itu beredar di masyarakat, dengan berbagai cara dan media. Responden JBDK yang juga dihadirkan di acara talkshow K!ckAndy MetroTV 6 September 2007 mengutarakan bahwa, “..kami tidak khawatir karena kami punya komitmen menjaga rekaman ini di antara kami berlima. Kami group yang kompak dan setia, jadi tidak mungkin saling menyakiti. Ketakutan datang ketika handphone milik salah satu dari kami hilang entah dicuri. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya bila film kami beredar..”

Setelah beredar, problem berurutan muncul, di antaranya mengganggu mental dan perilaku secara pribadi. Ada di antaranya sampai orang tuanya harus pindah tempat tinggal, atau mengungsikan anaknya. Sekolah atau pekerjaan menjadi berantakan. Sebagian mendapatkan pengucilan dari masyarakat, dan sebagian diproses di kepolisian. Meski proses hukum tidak serius, namun cukup menambah proses mempermalukan para pelaku di lingkungannya. Belum lagi ditambah menjadi bulan-bulanan pemberitaan di media.

Dan yang sekarang terkuak, sejak launching Gerakan J/B/D/K, ternyata banyak di antaranya merupakan kasus-kasus eksploitasi, terutama secara seksual kepada perempuan. Mulanya ada yang dipaksa menyatakan cinta dengan memilih apakah direkam bugil, atau berhubungan badan. Ketika bersedia direkam bugil, selanjutnya diancam akan disebarkan bila tidak memenuhi hasrat. Ada juga yang telah direkam beradegan cabul, terus menerus diperalat sebagai budak seks untuk memenuhi setiap saat dibutuhkan. Di antaranya ada yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun, telah berganti pacar atau telah bersuami, namun tetap mendapatkan perlakuan eksploitasi. Kasus pelajar puteri SMP di Lampung belakangan ini bahkan dilakukan sekelompok pelajar, menjadi budak seks selama hampir setahun.

Jadi semakin jelas bahwa tantangan ke depan kita adalah soal potensi kekerasan terhadap perempuan yang diperparah oleh penyalahgunaan teknologi.

Info lebih lanjut mengenai Dating Violance atau Kekerasan Dalam Pacaran? Silakan klik » Dating Violance

6/23/2008

Beratnya Menjadi Remaja

Setelah manusia dibangkitkan dari alam kubur oleh Allah SWT, maka manusia akan digiring secara bekelompok-kelompok dengan bertelanjang kaki, tidak berpakaian menuju tempat yg disebut Padang Mahsyar yaitu tanah berpasir putih dan sangat datar dimana tidak terlihat lengkungan maupun tonjolan. Padang di mana matahari cuma berjarak sejengkal dari kepala, panas memanggang dan haus mencekik. Di tempat itulah saat dimana air dan tempat berteduh justru sedang di haramkan untuk manusia keculai beberapa golongan belaka. Di antara golongan manusia itu ialah remaja yang taat beragama dan pemimpin yg adil.

Betapa tingginya kedudukan remaja semacam itu hingga ia di sejajarkan dengan pemimpin yang adil. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa jika yang taat beragama itu adalah remaja maka derajatnya akan diangkat ke langit tinggi?
Jawabanya ialah, karena taat beragama itu berat dan menjadi remaja itu juga berat.

Remaja, jangankan berpikir soal shalat dan puasa, di teror jerawat saja sudah setengah mati. Ia bisa menolak keluar dari rumah, membatalkan kencan, dan malah bisa minta di operasi.
Itu baru jerawat, belum gigi. Gigi agak maju sedikit saja ia harus bingung memasang kawat gigi. Malah ada remaja yang giginya sudah baik-baik saja pun kawat ini harus tetap di pasang pula karena begitulah modenya. Itulah kenapa kawat gigi itu bisa di hiasi mutiara, timah dan batu akik...


Ada pula remaja yang mengaku beruntung karena bebas jerawat dan bebas gigi maju, tapi sayangnya, tampangnya biasa-biasa saja. Tanggung, kata orang. Kalau kumpul yang jelek baru kelihatan gantengnya, kalau kumpul yang ganteng terlihat jeleknya:D. Remaja semacam ini jika ia sedang ketemu musuh jeleknya dan muncul cakepnya, ia akan gembira sampai lupa diri. tapi begitu situasinya terbalik, sedang ketemu yang cakep dan muncul jeleknya, ia langsung ingin bunuh diri.

Itu tadi remaja yang tanggung. Sekarang bagaiman remaja yang tidak cuma tanggung tapi memang sudah jelek. Kemana-mana suram melulu hidupnya. Terhadap cermin ia alergi. Kalau yang tanggung tadi hanya sekali-kali muncul niat bunuh dirinya, nah kalau yang ini memang sudah persiapkan tali di tasnya. Hidup baginya sudah tak menarik lagi dan harus cepat-cepat di akhiri.

Dari tadi kita bicarakan remaja yang jelek, bagaiman dengan yang keren?. Sama saja godaanya. Karena remaja ini akan sering di tawari pacaran di mana-mana. Hidup baginya nampak mudah, tapi bahaya mengepung di mana-mana. Karena sibuk pacaran ia terpaksa kawin muda, malah ada yang hamil duluan tanpa tau siapa pasangan resminya. Pihak yang semula disangka bahagiah ini mutu hidupnya hilang dalam waktu singkat. Akhirnya ia cuma menjadi ogokan masyarakat. Sementara yang lain berkembang ia telah berhenti.

Jadi jelas, ancaman remaja untuk tidak taat beragama memang begitu tinggi. Itulah Kenapa Allah menjanjikan derajat yang tinggi pada mereka yang lulus ujianNya.

salam

mulus