4/04/2009

Si Sexy Aura Kasih

Mendengar nama aura kasih disebut saja, saya tak perlu diajari lagi untuk berimajinasi, karena saya juga lak-laki. Apalagi ketika ia disebut sexy, hot dan ahhh..!!

Membayangkan aura kasih memakai gaun super mini, membayangkan tentang sekujur tungkai, tentang kurva tubuh yang tegas, tentang helai-helai rambut liar yang tersangkut di leher, tentang leher yang basah oleh keringat, tentang bagaimana aura menggeletarkan paha, dada dan pantat, tentang gaun atasnya yang terbuka lebar. "Untuk ini tolong Anda bayangkan sendiri"

Berimajinasi tentang aura kasih ini dahsyat sekali. Saya terpaksa berhenti membayangkannya, karena sebagai lelaki, saya tak kuat lagi. Alasannya jelas, aura bukanlah istri saya. Jika seluruh keindahan ragawinya disodor-sodorkan di depan mata saya, sementara ia bukan milik saya, pasti cuma akan membuat saya tersiksa. Hidup di Indonesia ini sudah penuh ujian, maka saya tak hendak menambah-nambah ujian hidup ini dengan cara menginginkan sesuatu yang bukan milik saya, dan mustahil pula saya dapatkan (masih ingat cerita tentang cinta imajinasi saya ). Mustahil aura naksir saya dan tiba-tiba datang ke makassar untuk berkata: "Tolong jadikan saya sebagai istrimu van..!!." Maka dengan berat hati, saya akan menghapus imajinasi ini dengan segera karena ia akan membebani hidup saya yang sudah berat ini.

Aura Kasih Cukuplah Sampai Disini.... Maafkanlah Saya Aura..!!!

4/02/2009

Babi dan Cola

Ada Beberapa alasan kenapa dalam islam di haramakan untuk mengkonsumsi babi, salah satunya adalah karena pada hewan ini mengandung banyak parasit dan virus

Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr.Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman, dalam bukunya "Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman", halaman 130-131:
"Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?"

Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtih�d�t fi at Tafsir al penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.

sumber http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=1658_0_4_0_M

Dan salah satu cara melihat cacing yang ada dalam daging babi adalah dengan mencampurkannya dengan cola kemudian tunggu beberapa menit anda akan melihat dan mungkin merasa jijik, berikut adalah videonya

3/29/2009

Kerja dan Persahabatan

Sebuah paket terbungkus kertas warna merah muda, dengan sedikit rasa penasaran saya membuka paket tersebut. Sebuah buku berjudul The Prophet karya kahlil gibran. Mata saya menatap tulisan "Happy Friendship!! from Anya" Sebaris kalimat menyusul di bawahnya yang di lengkapi dengan foto kami ketika masih kanak-kanak dulu:
"Whenever I'm down/I call on you my friend/A helping hand you lend/In my time of need"

Untuk Sekejap saya tercenung. Sudah sekian tahun saya merasa tak lagi memegang "obor" pertemanan. Padahal, hakikat pertemanan adalah membangun pertalian batin yang semestinya menjadi perekat makna berteman sendiri.


Anya adalah seorang sahabat yang ngakunya bukan pekerja keras (walaupun kerjaanya sampe ke negeri orang). “I don't work hard, I work smart. And I simply love to work,” ujarnya. “Kerja memang sebuah irama lagu. Dan lagu sejatinya adalah untaian kerja,” sambungnya. Buku The Prophet karya Kahlil Gibran memang buku yang sangat ingin saya beli ketika masih di sekolahan dulu. Sampai saat ini saya belum sempat membelinya. Namun, saya masih cukup ingat beberapa ungkapan penyair Lebanon ini yang dialihbahasakan oleh Sri Kusdyantinah terbitan Pustaka Jaya, Jakarta. Dalam versi terjemahan Sri Kusdyantinah, saya dapat menemukan kalimat berikut ini: Kerja adalah cinta yang mengejawantah/Bilamana kau menggerutu ketika memeras anggur/ Gerutu itu meracuni air anggur/Dan walaupun kau menyanyi dengan suara bidadari/Namun hatimu tiada menyukainya/Maka tertutuplah telinga manusia dari segala/ Bunyi-bunyian siang dan suara malam hari.

Olah cinta dalam kerja dan olah kerja dalam lagu memang sebuah harmoni kehidupan. “You play piano, guitar, or whatever?” tanya Anya dalam chating kami. “Saya senang dengan suara seruling tapi tdk bisa memainkannya, a home-made bamboo flute,” jawab saya. Anya lalu mengutip bait yang “memerankan” seruling. Lewat Kusdyantinah, Gibran berkata, “Bila bekerja, engkau ibarat sepucuk seruling/Lewat jantungnya bisikan sang waktu menjadi lagu.” Di malam yang makin larut, ada dua hati yang terasa didekatkan oleh satunya minat: saling rela mendengar dan mendengarkan, dan berbagi rasa mensyukuri harmoni kerja dan kehidupan. Alangkah indahnya persahabatan.


Untuk sahabatku Anya

3/08/2009

Jangan Berharap Lebih Dari Cintaku

Kecintaanku padamu memang tidaklah berlebihan, karna memang aku ingin mencintaimu dengan cara yang biasa-biasa saja. Ini bukan karena aku tidak mencintamu, tetapi lebih karena aku takut pada bahaya cinta itu. Semua ini pertama; untuk kepentinganku sendiri, kedua untuk kepentinganmu dan ketiga untuk kepentingan kita bersama. Untuk kepentinganku, karena jika cintaku ini kandas, akulah pihak yang paling sakit.

Karena tak ada jaminan bahwa yang kucintai selalu mencintaiku. Untuk kepentinganmu; karena kesakitanku yang sangat, pasti akan membebani hidupmu. Padahal makin besar cintaku kepadamu, makin besar risiko kesakitanku. Padahal makin besar kesakitanku akan makin besar risiko kesakitanmu akibat kesakitanku. Untuk kepentingan kita, karena sakitku, mau tidak mau pasti akan menjadi sakitmu. Jadi makin besar kecintaanku akan makin besar risiko kesakitan kita bersama.

Lalu siapakah kamu itu? Kamu bisa siapa saja, karena cinta bisa jatuh kepada siapa saja. Bisa jatuh ke orang-orang terdekatku, bapakku, ibuku, saudara-saudaraku dan bisa pula pada anda yg membaca blog ini .

2/28/2009

Antara Aku, Kau Dan Celana Dalammu

Kisah ini masih berhubungan dengan pengalaman masa remaja saya dalam mencari cinta di kampus yg terkenal dengan wanita cantiknya (baca:Jatuh Cinta Versi Imajinasi ). Ketika itu seluruh dari anggota gerombolan kami sedang jatuh cinta secara massal kepada cewek yang sama. Di dalam komunitas kami, cewek itu begitu cantiknya sehingga menyihir kami semua. Kami bersaing sengit memperebutkan cintanya, tapi agaknya kemalangan harus menghampiri kedua belah pihak hanya karena celana dalam yang dipakainya.

Suatu hari, salah seorang di antara kami,karena begitu kerasnya mendekati cewek ini, sampai bisa mendapatkan keberuntungan berikut ini; di sebuah kesempatan ia berdiri tepat di sebelah cewek yang tengah duduk ini. Dari ketinggian, ia melihat dengan jelas celah di pinggang wanita cantik ini bentuk celana dalamnya yang sudah demikian merana. Sabuk elastiknya telah hancur total. Elastik itu digambarkan oleh si kawan yang kurang ajar ini sudah seperti laju ombak, bergelombang dan begitu buruknya. Apalagi jika bandingannya adalah kecantikan dari seorang wanita yang selama ini membuat kami semua tergila-gila.

Semenjak itu pamor wanita cantik ini redup seketika di kelompok kami. Jika ia melintas, bukan lagi kecantikannya yang menggoda melainkan celana dalamnya yang molor itu. Secara pribadi,saya sendiri menyesal, kenapa wanita seelok dan secantik itu masih memelihara celana dalam seburuk itu.

Kadang-kadang kita memang tidak pernah menghormati celana dalam cuma karena letaknya yang didalam. Kita adalah orang-orang yang suka kesempurnaan luaran sambil diam-diam suka menyimpan keburukan di kedalaman.

2/24/2009

Sahabat-Sahabatku

Banyak hal yang bisa saya kenang tentang teman-temanku dulu. Rata2 teman yang sangat ku kenang justru karna kenakalannya. Misalnya saja si enal (nama sebenarnya) yang di kenal karna suka ngibulin teman yg lain khususnya ngibul soal jajan. Dan hebatnya Anak ini selalu saja berhasil menjalankan aksinya. Jika warung samping kampus sedang ramai ia tinggal masuk makan dan pergi sambil membentak bahwa teman di sebelah yang sedang makan itulah nantinya yang akan bayar. Dan jika ia akan gantian di jebak, di ajak jajan bersama dan dialah nanti yang harus membayar, ia memiliki ketangguhan untuk bertahan secara ekstra. Ia mengajak adu kuat, siapa yang nanti lebih dulu akan mengeluarkan uangnya. Jika semuanya bertahan sama kuat, ia akan berteriak pada pemilik warung: ‘’Siapa yang nanti yang akan membayar, hanya Tuhan yang tahu,’’ katanya. Sudah tentu, salah satu dari kami terpaksa harus mengalah katimbang malu.

Kenapa teman yang satu ini selalu sukses menjalankan aksinya? Apakah karena begitu mudahnya kami ditipu? Tidak. Jika mau saat itu kami bisa mengeroyoknya dan memukulinya habis-habisan. Kami rela dikerjai karena kami gembira dengan ulahnya. Ia menipu kami tetapi dengan cara-cara yang lucu. Malah di antara teman perkumpulan kami anak ini jadi terkenal sekali. Gayanya menjadi bahan cerita di mana-mana. Belum lengkap rasanya jika bergabung di kelompok kami jika belum pernah ditipu oleh anak ini. Dan setiap saat, para korban itu bisa saling bertukar cerita sebagai sebuah kegembiraan.