Mendengar nama aura kasih disebut saja, saya tak perlu diajari lagi untuk berimajinasi, karena saya juga lak-laki. Apalagi ketika ia disebut sexy, hot dan ahhh..!!Membayangkan aura kasih memakai gaun super mini, membayangkan tentang sekujur tungkai, tentang kurva tubuh yang tegas, tentang helai-helai rambut liar yang tersangkut di leher, tentang leher yang basah oleh keringat, tentang bagaimana aura menggeletarkan paha, dada dan pantat, tentang gaun atasnya yang terbuka lebar. "Untuk ini tolong Anda bayangkan sendiri"
Berimajinasi tentang aura kasih ini dahsyat sekali. Saya terpaksa berhenti membayangkannya, karena sebagai lelaki, saya tak kuat lagi. Alasannya jelas, aura bukanlah istri saya. Jika seluruh keindahan ragawinya disodor-sodorkan di depan mata saya, sementara ia bukan milik saya, pasti cuma akan membuat saya tersiksa. Hidup di Indonesia ini sudah penuh ujian, maka saya tak hendak menambah-nambah ujian hidup ini dengan cara menginginkan sesuatu yang bukan milik saya, dan mustahil pula saya dapatkan (masih ingat cerita tentang cinta imajinasi saya ). Mustahil aura naksir saya dan tiba-tiba datang ke makassar untuk berkata: "Tolong jadikan saya sebagai istrimu van..!!." Maka dengan berat hati, saya akan menghapus imajinasi ini dengan segera karena ia akan membebani hidup saya yang sudah berat ini.
Aura Kasih Cukuplah Sampai Disini.... Maafkanlah Saya Aura..!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar