Suatu hari, salah seorang di antara kami,karena begitu kerasnya mendekati cewek ini, sampai bisa mendapatkan keberuntungan berikut ini; di sebuah kesempatan ia berdiri tepat di sebelah cewek yang tengah duduk ini. Dari ketinggian, ia melihat dengan jelas celah di pinggang wanita cantik ini bentuk celana dalamnya yang sudah demikian merana. Sabuk elastiknya telah hancur total. Elastik itu digambarkan oleh si kawan yang kurang ajar ini sudah seperti laju ombak, bergelombang dan begitu buruknya. Apalagi jika bandingannya adalah kecantikan dari seorang wanita yang selama ini membuat kami semua tergila-gila.
Semenjak itu pamor wanita cantik ini redup seketika di kelompok kami. Jika ia melintas, bukan lagi kecantikannya yang menggoda melainkan celana dalamnya yang molor itu. Secara pribadi,saya sendiri menyesal, kenapa wanita seelok dan secantik itu masih memelihara celana dalam seburuk itu.
Kadang-kadang kita memang tidak pernah menghormati celana dalam cuma karena letaknya yang didalam. Kita adalah orang-orang yang suka kesempurnaan luaran sambil diam-diam suka menyimpan keburukan di kedalaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar