Pernahkah seorang yang pernah menyakiti kita kemudian dengan entengya datang memohon maaf..?, kira2 jawaban anda apa.???, dimaafkan atokah ….??
Memberi maaf memang sulit, tapi bukan berarti tidak mungkin. Tidak memaafkan seseorang berarti kita talah menyimpan virus kebencian di dalam hati kita. Anda pasti tahu apa yang diakibatkan oleh semua itu. Jangankan doa dan perjalanan menuju Tuhan, tubuh dan jiwa pun akan dikunjungi berbagai macam penyakit.. Wah..wah kalo udah begini tak ada pilihan lain selain belajar untuk memaafkan orang lain nih!!.
Coba saja bayangkan kita punya kesalahan pada teman, kemudian kita meminta maaf ama dia, eh.. malah dicuekin. Gimana rasanya?, pasti ngak enak?. Trus coba bayangkan pula seandainya di maafkan dengan tulus. Wah…. pasti rasanya ringan dan plong. Makanya, kita pun harus bisa memaafkan orang lain terutama teman dekat, dengan tulus dan lapang dada. Pasti teman kita itu akan merasakan kelegaan. Hubungan kita pun akan jadi lebih baik lagi.
Btw… Kamu tau ngak kalau kegiatan memaafkan itu bisa menyembuhkan orang yang dimaafkan dan orang yang rela memaafkan. Seperti baru saja meletakkan batu besar yang lama tergendong di bahu, demikian rasanya ketika kita rela memaafkan orang lain.
Memaafkan itu bukan hanya secara lahir dan fikiran, tapi harus sampe ke batin makanya di hari raya idul fitri nanti kalimat yang paling sering terdengar “Mohon maaf lahir dan batin”. Artinya, melupakan semua dan tidak ada bekas yang menempel. Melupakan berarti membuang jauh-jauh dan bukannya menaruh di “gudangnya” hati. Sebab kalau masih disimpan, suatu saat bila kesalahan terulang akan muncul luka lama yang diungkap kembali. Karena tidak di buang melainkan hanya di simpan.
Saya ingin menutup coretan kali ini dengan sebuah untaian kata yang sangat mencerahkan dari Ibu Theresa.
”Orang kerap tak bernalar, tak logis dan egois. Biarpun begitu, maafkanlah mereka.”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar