Ini bukan soal tradisi buang sampah sembarangan yang memang sudah termashur di Indonesia. Ini lebih menyangkut soal kelakuan kita yang membuat kenapa kerusakan tatanan di hampir semua lini itu terjadi. Penyakit boleh menyebar menjadi bemacam-macam versi, tapi sumbernya ternyata satu saja: diri sendiri.
Tapi beginilah tabiat kita ini, sambil beribadah pun bisa sekaligus berbuat dosa. Jelas sekali, kenapa ada jenis peribadatan yang rendah saja pengaruhnya bagi perbaikan kelakuan. Kita tetap di sini, seperti ini, tak ada yang berubah juga. Kita adalah pribadi yang sama dengan yang kemarin, yang berani menebar kekotoran tanpa berani membersihkan.
Prioritas kita terhadap diri sendiri ternyata masih luar biasa. Konsep membersihkan diri tanpa peduli kebersihan tetangga adalah hal yang biasa. Menjaga kebersihan mobil sendiri sambil membuang limbahnya ke mana saja, karenanya juga hal yang biasa. Akibatnya, yang bersih dan yang kotor, yang lebih dan yang kurang, di negeri ini memang bisa berdampingan dengan sangat kontrasnya.
Apalagi yang bisa diharap dari masyarakat yang hanya bisa memakai tanpa mau merawat, Sanggup mengotori tanpa sanggup membersihkan, hanya mau enak tapi enggan menanggung risikonya, hanya bisa mementingkan diri sambil mengabaikan kepentingan sekitarnya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H, mohon maaf lahir dan batin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar