“It's a touch when I feel bad, It's a smile when I get mad” yang dikatakan boyzone dalam lagunya yang berjudul Every Day I Love You. Itulah misteri dari cinta kadang kita dibuatnya tersenyum, kadang-kadang kita dibuatnya marah dan kadang pula kita di mabukkan dengan cinta . Cinta memang bisa memabukkan bila tidak di bingkai dengan kedewasaan dan kearifan. Namun begitu ia berada dalam bingkai kedewasaan dan kearifan maka ia akan siap membawa kita pergi kemana saja dalam lautan kehidupan.
Dulu saya beranggapan bahwa cinta itu cengeng. Namun itu pendapat saya dahulu belakangan saya harus merevisi kembali pandangan itu bahwa cinta itu tak secengeng seperti yang kukira bahkan cinta memberikan sebuah kekuatan. Coba perhatikan orang yang sedang jatuh cinta. Disuruh ini--itu--dari lawan jenis yang di cintainya semuanya bisa dilakukan. Disuruh angkat gunungpun rasanya bisa .
Lihat saja bagaimana orang seperti Mahatma Gandhi yang kurus itu mampu mengusir tentara Inggris dari India kalau bukan karena kekuatan cinta. Lihat pula Jendral Sudirman dengan badan yg sakit-sakitan mampu memimpin pasukannya melawan belanda
Melihat efek kekuatan yang dahsyat ini banyak pula orang yang kemudian memanfaatkannya. Kaum agamawan menggunakan kekuatan cinta ini sebagai sarana untuk bertemu Tuhan. Ibu yang mencintai keluarganya mengabdikan seluruh tenaganya untuk mencintai anak dan suaminya.
Cinta adalah sebuah anugrah terbesar yang di berikan Tuhan pada kita. Karenanya tidak ada manusia yang tidak memiliki cinta. Mereka yang kehilangan cinta pada dasarnya orang yg memproteksi dirinya dari cahaya Ilahi. Cahaya itu bukannya tidak ada, cinta itu bukannya tidak berusaha masuk. Namun kitalah yang menghalanginya, kita pula yang mengunci hati kita dari cahaya itu dengan kebencian dan amarah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar