Mengapa kita harus berbuat baik dan mencintai orang lain?, Ya.. agar kita juga mendapatkan kebaikan dari orang lain.
Inilah paradigma yang paling banyak di anut oleh orang yang melakukan kebaikan. Kita melakukan kebaikan agar nantinya kita memperoleh kebaikan. Sebenarnya ngak salah sih.!!. Hanya saja bagi saya ini kok terdengar seperti berdagang dan sedikit meterelistis. Saya katakan seperti berdagang dan meterealistis..!!! karena kita melakukan kebaikan bukanlah untuk kebaikan itu sendiri. Melainkan demi keuntungan kita sendiri.
Nah... Pada coretan kali ini saya ingin mengajak para pembaca blog ini untuk menundukkan kepala, bukan untuk mencari recehan lho... melainkan untuk merenung!!!
Dalam hidup ini kita ini sudah terlalu banyak di bantu oleh Tuhan. Setiap detik kehidupan kita senantiasa di penuhi oleh cinta-Nya yang luar biasa? Bukankah kita telah diberi oleh-Nya pancaindra, berbagai kemudahan untuk bergerak, kemampuan berpikir, merasa, berjalan, berinteraksi? Bukankah karena cinta-Nya pula kita bisa menghirup udara yang segar setiap hari, menikmati alam semesta yang penuh warna, berbicara dan menikmati setiap tetes karunia-Nya?
Persoalanya sekarang adalah mampukah kita membalas semua kebaikan dan Cinta-Nya?. Saya kira kita tak mampu membalasnya dan Tuhanpun tahu bahwa kita tidak akan pernah mampu untuk membalas semua kebaikan dari-Nya. Karena ketidak mampuan kita untuk membalasnya, yang perlu kita lakukan adalah meneruskan cinta ini kepada orang lain. Jadi konsepnya kita membalasnya bukan kepada orang yang memberi kebaikan itu melainkan kepada orang lain
Karena itulah, kita perlu berbuat baik serta membagikan cinta dan kasih-Nya kepada sesama manusia. Dengan memiliki paradigma semacam itu, kita tidak akan merasa melakukan kebaikan sama sekali. Pandangan seperti ini hendak menjauhkan kita dari sikap sombong dan berpamrih.
Saya kira inilah tujuan kita hidup di dunia ini: membagikan cinta kita ke sesama. Dan inilah juga yang perlu kita hayati ketika kita sedang beribadah dan menyembah-Nya. Kita menyembah Dia bukanlah semata-mata untuk meminta sesuatu lagi dari-Nya. Kita menyembah-Nya karena rasa syukur yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Kita menyembah-Nya karena sadar bahwa kita tak akan sanggup membalas semua kebaikan-Nya
Saya ingin menutup coretan kali ini dengan sebuah pepatah dari negeri bambu. Coba anda baca dan resapi pepatah sederhana ini.
Jika kau inginkan kebahagiaan
Untuk sejam - tidurlah selama itu.
Untuk sehari - pergilah memancing.
Untuk sebulan - menikahlah lagi.
Untuk setahun - warisi harta.
Untuk seumur hidup - tolonglah orang lain.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar